Senin, 09 Agustus 2010

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersaksi di depan panel penyelidik insiden penyerangan flotila ke Gaza beberapa waktu lalu. Dalam kesaksiannya, PM Netanyahu mengaku, tidak dapat mengindari ancaman yang terjadi terhadap Israel.
Netanyahu merupakan saksi pertama yang bersaksi dalam panel penyelidik yang dibentuk oleh Pemerintah Israel, atas insiden berdarah yang dialami oleh kapal berisi bantuan kemanusiaan ke Gaza Mavi Marmara. Insiden yang terjadi 31 Mei lalu itu menyebabkan sembilan relawan Turki yang berada di atas kapal.

Insiden ini terjadi di perairan internasional di lepas pantai Israel. Penyerangan sendiri terjadi setelah kapal berisi bantuan kemanusiaan yang berangkat dari Turki mengabaikan berbagai peringatan dari pihak Israel. Peringatan tersebut termasuk untuk mengarahkan kapal ke Gaza, yang dikuasai oleh pejuang Hamas.

"Pemerintah Israel dan pasukan Israel (IDF) bertindak sesuai dengan hukum internasional," ungkap PM Netanyahu seperti dikutip Reuters, Senin (8/9/2010). 

"Sebagai perdana menteri, saya tidak dapat mengabaikan ancaman pihak Hamas terhadap Israel," ucap Netanyahu seperti dijelaskan oleh juru bicaranya Nir Hefetz.

Penel penyelidik ini merupakan bentukan dari Israel sendiri yang diragukan netralitasnya oleh Turki. Dewan HAM PBB sendiri membentuk panel serupa, tetapi Israel menolak bekerja sama dengan panel tersebut.

Sumber : okezone

0 komentar:

Posting Komentar